GEREJA MELAYANI

 

Tujuan Umum   :  Anak dapat mengerti dan menyadari bahwa pelayanan untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan adalah tugas yang harus dilakukan oleh setiap orang beriman.             

Tujuan khusus : Setelah pembinaan Minggu gembira ini diharapkan anak dapat:

  1. Menyebutkan beberapa tugas pelayanan yang pernah dilakukan oleh Yesus

  2. Melakukan pelayanan yang walaupun kecil tetapi sangat berguna bagi sesama

  3. Menyebutkan beberapa contoh  pelayanan yang pernah dilakukan oleh anak

  4. Menyebutkan sikap-sikap seorang pelayan

Sumber Bahan :

  1. Seri Perjumpaan dengan Allah jilid 3

  2. Kitab Suci ( Mat 18:21-22 )

Alat Peraga : Gambar  santo Vincentius A Paulo

Langkah-Langkah:

1. Perayaan:  

  1. Lagu Pembukaan: "MELAYANI LEBIH SUNGGUH"
     
    Melayani-melayani lebih sungguh, Melayani  melayani lebih sungguh

      Tuhan lebih dulu melayani kepadaku, Melayani-melayani lebih sungguh

  2. Doa Pembukaan : Tuhan Yesus Kristus kami ingin menjadi sahabat-Mu yang melayani orang-orang yang membutuhkan uluran tangan, seperti hamba-Mu St. Vinsensius yang begitu dekat dengan orang miskin hidup bersama dengan orang miskin merasakan apa yang dirasakan orang mikin. Berilah kami  semangat kerendahan hati dan cinta kasih agar kami dapat melayani sesama kami dengan kesungguhan hati kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin

  3. Pembacaan lilin kecil

2. Penghayatan:

  1. Pertanyaan untuk menggali pengalaman hidup

    Nah adik-adik, di sini kakak mempunyai cerita tentang seorang  Santo yang sangat mencintai orang-orang miskin, terlantar dan lain-lain.

     

  2. Cerita " Santo Vincentius "

    Waktu sudah pukul 16.00, di kamar yang sangat sederhana, duduklah dua orang yang berjubah.  Mereka berbicara dan duduk berhadap-hadapan. Yang seorang sudah tua, rambutnya sudah putih. Ia berbicara sambil mengangguk-anggukkan kepala. Sedangkan yang seorang lagi masih muda belia. Badannya tinggi dan dahinya lebar. Ia baru dithabiskan menjadi Imam. Romo baru itu namanya Vincentius. Ia ditugaskan di desa Clichy, di desa tersebut, Vincentius sangat dikasihi oleh umatnya.

    Pada suatu hari Vincentius pergi ke rumah seorang petani yang cukup miskin. Vincentius bertanya: "Bapak, apakah yang bapak kerjakan setiap hari?" Dengan tenang Bapak itu menjawab : "Romo, setiap hari saya bekerja untuk mencari nafkah,tetapi hasilnya kurang sekali. Lihatlah betapa miskinnya kami. Tak punya apa-apa kecuali gubuk kecil ini!"

    Kemudian Vincentius membuka tasnya dan mengambil pakaian bekas untuk diberikan kepada petani itu sambil berkata: "Terimalah ini, akupun seorang yang miskin. Hanya ini yang dapat kuberikan." Vincentius berdiri dan pulang. Demikianlah Vincentius  keluar masuk rumah, dan menghibur umatnya yang berkesusahan, miskin dan terlantar  tetapi sayang Vincentius hanya setahun di  Clichy. Ia mendapat tugas baru yaitu disebuah istana keluarga Degondi tetapi setelah menetap di istana selama sehari, Vincentius merasa tidak senang. Mengapa demikian? karena kehidupan mewah di istana tidak sesuai dengan cita-citanya.

    Vincentius lebih menyukai kehidupan yang sederhana dengan umat desa. Seminggu kemudian ia meninggalkan Degondi untuk pergi ke desa lain. Di desa tersebut ia menemukan banyak sekali orang miskin dan yang sakit, berkatalah ia kepada orang miskin itu, saudara, marilah ikutilah aku. Kepada mereka dibagi-bagikan pakaian dan makanan. Lalu ia menghibur mereka dengan nasihat,  saudaraku sabarlah dalam penderitaan dan tabahkanlah hatimu. Sayang pekerjaan ini  dilakukan hanya sebentar saja, karena ia terpaksa kembali ke istana Degondi. Madame Degondi sangat terharu akan pekerjaan Vincentius kemudian disediakanlah modal untuk membiayai perserikatan imam yang diberikan oleh Vincentius. Adapun karya dari perserikatan imam tersebut adalah meneruskan pekerjaan diantara orang miskin. Sehingga pada saat itu banyak imam yang bekerja sama dengan Vincentius untuk mendorong dan mendirikan perserikatan imam tersebut.

  3. Pertanyaan Cerita           

    1. Siapa nama tokoh dalam cerita tadi? ( St. Vincentius )

    2. Apa yang dilakukan oleh Vincentius untuk menolong orang sakit dan gelandangan? ( Memberi pakaian bekas, makanan, mendoakan, dan menghibur)

    3. Mengapa semua itu dilakukan oleh Vincentius? ( Karena rasa cintanya pada sesama, Vincentius tidak ingin sesamanya menderita)

    4. Dapatkah kalian berbuat demikian? ( Dapat )

  4. Pendalaman

        Adik-adik yang terkasih, sebagai orang Katolik  yang baik kita wajib meneladani sikap Santo Vincentius yang begitu baik, sabar, rendah hati untuk melayani orang-orang yang miskin. Yesus sendiri pernah berkata "Barang siapa melayani orang yang paling hina ini ia melayani untuk AKU" sikap Yesus yang begitu baik,  dekat dengan orang-orang miskin mau mengajarkan kepada kita untuk selalu memperhatikan mereka  yang miskin. Memang bila kita lihat dalam kehidupan kita setiap  hari ada banyak orang yang mau melayani seperti para perawat di rumah sakit, para guru di sekolah  mereka-mereka ini di bayar oleh sekolah atau rumah sakit tempat di mana mereka bekerja  tetapi Pelayanan yang dimaksudkan oleh Yesus  adalah pelayanan tanpa pamrih, atau tanpa menuntut balasan dari orang yang kita layani. misalnya kalau kita mempunyai pakaiann layak pakai, kue-kue kita harus bisa membagi dengan orang yang tidak mempunyai mapa-apa tanpa menuntut bahwa mereka harus menggantikannya.

    Adik-adik yang terkasih Tuhan Yesus selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk selalu bersama melayani orang-orang miskin dan yang menderita, bila kita tinggal dalam asrma, ataupun rumah kita masing-masing kita harus mulai belajar untuk melayani misalnya bila ada orang yang sakit, kita harus membantu dia untuk mengambilkan air untuknya, mendoakan dia, memberikan obat untuknya, atau mengantarkan ke dokter untuk berobat. Seperti St. Vinsensius yang memperhatikan orang miskin dan begitu dekat dengan mereka kita juga harus berusaha untuk seperti Vinsensius.  Yesus mendirikan gereja untuk meneruskan pelayananNya, suatu pemeliharaan rohani akan tetapi lebih-lebih pemeliharaan jasmani yaitu pelayanan kepada orang-orang miski, orang yang sakit, menderita, contoh dalam hal rohani  yang dilayani oleh para Suster, Romo, Frater, atau seperti yang dilakukan oleh Ibu Theresa dari Calcuta, Pater Damian, Mereka ini melayani tetapi mereka tidak meminta imbalan sedikitpun. Jadi pelayanan gereja adalah pelayanan penuh cinta kasih tanpa imbalan  yang merupakan jiwa dari PERKASIH ( Persaudaraan Kasih ) yang melayanimorang-orang yang tanpa imbalan sedikitpun. Itulah Pelayanan yang diajarkan  oleh Yesus kepada kita semua.

3. Pengungkapan: Anak membaca tulisan pada gambar dan mewarnai gambar.

4. Kesaksian:  Pembina menceritakan pengalamannya sewaktu melayani orang miskin

5. Perwujudan:  Anak diminta untuk mengunjungi temannya yang sakit atau yang tidak mengikuti Minggu gembira.

6. Penutup:

  1. Doa Penutup: Ya Tuhan yang maha kasih, terima kasih atas kuasa-Mu kepada kami sepanjang pelajaran ini. Kami mohon semoga apa yang telah kami dengar dapat kami wujudkan dalam kehidupan kami sehari-hari. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin

  2. Lagu Penutup :  "KERJA BUAT TUHAN"
    Kerja buat Tuhan selalu manise. Biar tanpa upah selalu manise

    Ayo kerja buat Tuhan sungguh senang-senange. Dipanggil Tuhan selalu manise

    Membawa diri ke ladangNya Tuhan saudara

             Ikut Tuhan selalu manise. Mana-mana Tuhan panggil

             Mana-mana Tuhan panggil-Mana-mana Tuhan panggil

             Saya kerja di ladang-Nya Tuhan.

             Saya kerja saya kerja, saya kerja di ladang-Nya Tuhan

             Saya kerja saya kerja, saya kerja di ladang-Nya Tuhan

Kembali ke halaman depan